11951171_888397474530372_1805285601673064857_n

 

Kain wolvis biasanya disebut dengan kain Arab, karena kain ini sering digunakan sebagai bahan jubah atau busana syar’i. Penyebutan dan penulisan kain ini pun beraneka ragam, ada yang menyebut kain wollpeach, wollpeach, wolfis, ataupun wolvis. Sebenarnya sama saja, di Indonesia penyebutannya menggunakan kata wolvis. Biasanya kain ini terbuat dari serat alam maupun serat sintetis, bahkan campuran keduanya. Kain wolvis termasuk jenis kain sifon tetapi tidak melalui proses lining.

Kain ini memiliki karakteristik yang istimewa yaitu memiliki serat halus dan rapat, bahan ringan, tidak panas, nyaman, tebal namun ringan, tidak mudah kusut, tidak transparan, tidak licin dan harga terjangkau. Kain wolvis mudah disetrika, tapi hati-hati jangan terlalu panas ketika meyetrika karena kain ini tidak tahan panas.

Kain ini memiliki lebar 150 cm sehingga sering digunakan untuk bahan jubah-jubah muslim dan muslimah dewasa maupun anak-anak, juga busana dan jilbab syar’i. Kain ini juga digunakan untuk membuat busana abaya tanpa sambungan kain. Karena busana syar’i untuk wanita adalah busana yang tidak membalut aurat, tapi menutup aurat. Jadi harus lebar sehingga tidak tampak lekukan tubuhnya.

Kain wolvis ada yang polos, ada juga yang bersalur emas dan perak. Warna-warna kain inipun beragam yaitu coklat mocca, ungu terang, kunyit busuk, biru nevi atau dongker, merah marron, hijau army, jetblack (hitam paling pekat), hijau toska, dan lain sebagainya.

 

Sumber : www.facebook.com/yayuk.lestari.56