1. Bahan Baku

Salah satu faktor penentu utama untuk harga sebuah kaos adalah bahan baku, terutama kain, dengan kualitas yang berbeda-beda. Kain dengan kualitas yang paling baik sudah tentu memiliki harga yang cukup mahal, seperti cotton combed 30s atau 40s. Bahan kain untuk membuat kaos bermacam-macam tipenya. Untuk bahan katun saja ada beberapa jenis dan itu berbeda-beda harganya. Tergantung konsumen ingin menggunakan tipe bahan kain sesuai seleranya.

 

  1. Sablon atau Bordir

Perbedaan antara sablon dan bordir mungkin tampak seperti pengetahuan umum untuk orang-orang yang baru berkecimpung dalam industri konveksi. Namun, hal ini menjadi penting untuk diketahui oleh pengusaha dalam menentukan harga kaos dan penting juga bagi konsumen untuk memperkirakan budget yang dikeluarkan untuk sebuah kaos. Sablon adalah proses mencetak gambar, baik manual atau menggunakan mesin, dengan tinta yang diterapkan pada substrat (kaos).

Sablon memungkinkan Anda dapat membuat design dengan high end shading dan gradient, serta biaya yang dikeluarkan cenderung murah dengan cetakan dalam jumlah banyak. Sablon adalah solusi terbaik untuk mencetak sebuah gambar dengan detail yang sangat rinci. Melalui sablon, Anda bisa menggabungkan beberapa efek gambar dengan berbagai pilihan warna.

Sementara itu, bordir adalah proses mencetak gambar dengan menjahit benang di kaos. Beberapa media selain kaos yang populer untuk dibordir adalah seragam perusahaan, almamater, kemeja golf, jaket, dan topi. Melalui bordir, Anda dapat menciptakan tampilan yang lebih profesional dan lebih tahan lama dibandingkan dengan tinta sablon. Namun dalam proses pencetakannya, perlu melalui proses perubahan sedikit design yang terlalu detail, karena bordir akan sangat sulit menghasilkan shading menggunakan benang.

Bordir tidak mampu menjangkau teks yang sangat kecil dan rumit, karena keterbatasan jarum dan benang. Secara harga, bordir memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan dengan sablon. Selain itu, harga bordir biasanya ditentukan oleh jumlah jahitan dan potongan sulam.

 

  1. Biaya Operasional

Apapun usaha yang dibangun mestilah akan dihadapkan dengan biaya operasional untuk menjalankan semua kegiatan pokok usaha. Dalam dunia bisnis konveksi, hal tersebut harus secara cermat diperhitungkan agar dalam menentukan harga tiap produknya tidak terjadi kesalahan yang membuat usaha merugi. Berikut beberapa hal yang biasanya diperhitungkan dalam biaya operasional untuk membuat kaos.

  • Mesin jahit.
  • Sewa tempat.
  • Pembelian bahan konveksi.
  • Beli peralatan tambahan (jarum, gunting, pensil kain, dsb).
  • Biaya tenaga kerja.
  • Biaya pengemasan dan transportasi.
  • Biaya tak terduga.

Peralatan tambahan (mesin overdeck, mesin obras, mesin potong, mesin bordiran, peralatan sablon, dan setrika).