11954596_889095947793858_4608743496687431721_nContoh Crepe chiffon

Sifon berasal dari bahasa Perancis yaitu Chiffon yang artinya pakaian, namun secara terminologi chiffon adalah teknik pembuatan kain. Kalau di Indonesia, teknik tersebut mirip penenunan. Bahan yang lembut dan transparan ini ditemukan pada tahun 1938.
Kain sifon merupakan kain yang sangat ringan yang bisa terbuat dari katun, sutra ataupun benang sintetis. Sifon dibuat secara eksklusif dari serat sutra. Sejak awal 1950-an, pemakaiannya menjadi lebih luas karena seratnya lebih kuat dan harganya relatif terjangkau dibanding sutra murni. Seiring dengan perkembangan teknologi, bahan ini pun mengalami metamorfosis. Bahkan, seorang awam akan sangat sulit membedakan antara satu variasi bahan dan bahan lain tanpa pengarahan khusus. Secara umum sifon terdiri dari silk chiffon, poly chiffon, dan blend chiffon.

Silk Chiffon,
merupakan jenis sifon yang paling sering dipakai untuk gaun pesta, gaun pengantin, juga kerudung atau scarf. Bahan ini dikagumi karena penampilannya ringan, lembut, dan luwes dalam mengikuti gerak tubuh. Selembar sifon sutra ini dapat hadir dalam tenunan polos atau silk crape yang menutupi lekuk tubuh yang tidak ingin ditonjolkan. Selain indah, sifon sutra ini sangat perlu perhatian khusus karena mudah sobek. Pada busana muslim sering digunakan untuk busana bersiluet loose atau longgar. Kain ini bisa diolah lagi menjadi kain batik dan kain jumputan.

Poly Chiffon,
terbuat dari serat poliester atau rayon. Bahan ini memiliki kekuatan yang lebih baik dari pada sifon sutra dan mampu menghasilkan bentuk drapery selembut sutra. Bahan ini sangat menguntungkan, terutama penggunaannya berbahan kuat dan bisa menghemat anggaran pembuatan busana. Poly chiffon bisa diproduksi dalam jumlah besar. Permukaan kain ini lebih licin dan memiliki kilau yang lebih terang. Contoh poly chiffon yaitu sifon polos.

Blend Chiffon,
terbuat dari tenunan serat campuran antara sutra dan poliester. Keberadaannya menjadi solusi kombinasi yang sering dipakai para perancang untuk berkreasi lebih luas lagi. Sebagai perpaduan silk chiffon dan poly chiffon, bahan ini menjadi lebih elastis, lebih kuat, dan berkilau meskipun tidak seindah kilau sifon sutra. Beberapa bahan sifon campuran antara lain hycon chiffon, cerruti chiffon, dan crepe chiffon.
Ciri-ciri baju sifon yang paling khas adalah baju tersebut ngeflow yaitu terkesan jatuh dan ringan. Pada zaman dahulu, kain sifon paling sering digunakan untuk gaun pernikahan dan gaun malam. Saat ini, sifon makin populer dan penggunaannya pun semakin luas. Blus, skirt, dress, gamis, piyama bahkan lingerie pun saat ini banyak yang terbuat dari sifon. Untuk lingerie, sifon ini sangat cocok karena akan membuat lingerie tersebut terlihat transparan. Namun, tidak semua sifon transparan, tergantung dari kepadatan pola benang.

 

(Sumber: http://myfabricfame.blogspot.com/)